Category Archives: Catatan Rasa

Life is Like An Elevator

Ever wonder how things that happen in your life can just be your step back in one moment then be the whip you need to wake you up and get you back on your feet in the next? That I’m … Continue reading

Posted in Catatan Rasa | Leave a comment

Left

Demikian saja Seperti aroma petrichor setelah hujan kau menghampiri memberi rasa yang lama ditunggu hadirnya lagi memberi pengharapan akan sebuah rasa lalu pergi begitu saja hilang hanya meninggalkan basah   adakah aku melintas dalam pikirmu disana? hanya selewat saja adakah? … Continue reading

Posted in Catatan Rasa | Leave a comment

Scream of My Mind

I’ve been called a weak woman for my inability to hold back my tears and a pussy to my own fucked up mind once, and since then I have difficulties to determine what the hell should I do about my … Continue reading

Posted in Catatan Rasa | Leave a comment

Agar Air Matamu Tak Sia-sia

Kadang kau tak pernah mengerti Bahkan keinginan air matamu sendiri Mengapa ia masih terjatuh untuk orang yang bahkan tak pernah menghiraukan sedihmu Mengapa ia masih mengalir untuk orang yang menghancurkan perasaanmu Mengapa ia masih merayakan kesedihan saat yang kau tahu … Continue reading

Posted in Catatan Rasa | Tagged | Leave a comment

Aku Benci.

Lama lama aku sangat membenci malam. Selalu ada sepi yang terselip di antara dinginnya, lalu semua membunuhku perlahan. Semua sudah dilakukan, namun senyap ini tak kunjung pergi. Mengapa sepi sekejam ini? Tak bisakah ia pergi meninggalkanku sendiri? Kenapa harus mengganggu … Continue reading

Posted in Catatan Rasa | Tagged | Leave a comment

Lautanmu Bukan Milikku

Gusar Perasaan yang mendera hati dan pikiran belakangan ini Aku tahu tak seharusnya perasaan ini kusimpan Untuk apa masih mencari serbuk sari yang sudah jatuh pada putik yang lain? Salahku memang Kadang hati ini tak tahu malu Masih saja berharap, … Continue reading

Posted in Catatan Rasa | Tagged | Leave a comment

Gaduh

Adakah yang lebih kosong dari hati yang ditinggalkan denyutnya? Kukira aku kemudian mati, namun ternyata hati lebih mengerti bagaimana caranya bertahan Mengapa harus ada temu ketika pisah terus saja menjadi bayang? Mengapa harus berlanjut ketika akhirnya yang ada hanya melepaskan? … Continue reading

Posted in Catatan Rasa | Tagged | Leave a comment

Gravitasi

Lama aku tak menatap orang lain lewat matanya. Pun menatapmu. Namun perasaan itu. Aku berusaha mengelak, aku berusaha menyalahkan yang telah hadir. Tapi, usahaku sia-sia. Bukan semakin aku menjauh. Sesuatu darimu menarikku terlalu kuat. Kau telah ada yang memiliki. Aku … Continue reading

Posted in Catatan Rasa | Tagged | Leave a comment