Left

Demikian saja

Seperti aroma petrichor setelah hujan kau menghampiri

memberi rasa yang lama ditunggu hadirnya lagi

memberi pengharapan akan sebuah rasa

lalu pergi begitu saja

hilang

hanya meninggalkan basah

 

adakah aku melintas dalam pikirmu disana?

hanya selewat saja

adakah?

atau hanya pikirku yang berlebihan disini

terjerat oleh memori dan harapan yang menguap?

 

Atau kiranya hanya aku yang terlalu penuh harap?

Mengapa harus kau yang mengajarkanku untuk kembali percaya pada banyak hal?

mengapa harus kau yang hadir untuk mengembalikan keyakinanku,

hanya untuk kembali pergi dan menghancurkan semuanya?

 

Semesta,

jika boleh aku meminta

biarkan saja aku sendiri

daripada bersama namun tak pernah menjadi dua

daripada akhirnya hanya akan merasakan lagi pahitnya ditinggalkan

 

Ada sepi yang kukira lenyap bersama dengan hadirnya

Ada sudut berdebu yang kukira perlahan bersih ketika ia menghampiri

Ada luka yang kukira semakin sembuh ketika ia menyentuhnya

namun mengapa semua hanya berakhir dengan rasa sakit yang sama?

 

Tolong jangan hilangkan rasa percayaku pada kebaikan cinta, Tuhan.

Aku juga ingin merasakan yang mereka rasakan.

Bahagia bersama mereka yang disebut pasangan

Terlalu banyakkah pintaku?

 

 

 

Advertisements

About ayundazikrina

Woman with dreams
This entry was posted in Catatan Rasa. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s