Gaduh

Adakah yang lebih kosong dari hati yang ditinggalkan denyutnya?

Kukira aku kemudian mati, namun ternyata hati lebih mengerti bagaimana caranya bertahan

Mengapa harus ada temu ketika pisah terus saja menjadi bayang?

Mengapa harus berlanjut ketika akhirnya yang ada hanya melepaskan?

Batinku lelah kerap bertanya namun jingga senja masih saja diam

Mungkin kali ini aku memang membutuhkan sepi

Ingin kulari ke hutan hingga tak ada yang mengikuti, hingga tak ada yang lain selain sunyi

Mungkin aku akan berlari ke gunung, hanya berteman angin dan dingin

Mungkin aku merindukan sunyi; Cerita tentang aku dan hati yang tak lagi bertuan

Tapi mereka masih saja gaduh

Gemuruh itu menyesakkanku,

Aku ingin pergi hingga tak kudengar lagi gemuruh itu

Atau haruskah aku berlindung di bawah hujan deras?

Diantara petir yang menyambar, hingga gemuruh itu tak kudengar lagi

Atau haruskah aku mengharapkan hal tak nyata

Seperti lari ke gunung, bersembunyi di hutan dan berharap hujan turun sederas-derasnya?

Rintik, aku ingin pergi.

..tumblr_m29kmhnspx1roht0ro1_500_large1

Advertisements

About ayundazikrina

Woman with dreams
This entry was posted in Catatan Rasa and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s